Tuesday, October 9, 2012

SISI LAINNYA

Kupikir hidup sudah menemukan jalannya. Memang begitu banyak persimpangan, tapi langkah tetaplah tertuju pada satu jalan. Setapak demi setapak tapi semua itu pasti.

Matahari ikut menemani ku menuju pengasingan. Ya, hari ini adalah hari dimana aku harus menguburkan dulu semua impian ku. Tapi nyata aku melihat satu titik dimana aku akan menggali kembali apa yang telah terkubur.

Keputusasaan dalam segudang harapan, apalah artinya. Hidup memang selalu memberi ku banyak harapan sebanyak Ibu memberiku air susunya.

Seringkali ku merasa salah melangkah, tapi ternyata Tuhan telah menuntun ku untuk melangkah ke jalan yang memang semestinya menjadi jalan ku. Tak jarang aku meratapi nasib ku sendiri. Tak jarang aku menganggap bahwa semua ini tidaklah adil untuk ku. Seharusnya hidup bisa lebih manis terhadap ku.

Setelah semua yang terjadi, hari ini aku dalam pengasingan. Hari ini aku rasa hidup ini telah memberikan senyumannya, yah……meskipun agak sinis.

Aku harus kuat, aku harus harus sampai pada saat dimana semuanya akan terungkap.


 

Sisi Lainnya (Diah/ Jakarta, 10 Oktober 2012).


 


 

Monday, April 30, 2012

Di Sini…2 bulan lalu

Di sini…

Masih seperti 2 bulan yang lalu

Tak ada yang berubah, sama saja

Tak ada yang beranjak dari tempatnya


 

Masih di sini…

Di hari yang sama, 2 bulan yang lalu

Ketika kupancangkan tiang

Hanya ada kekesalan, hanya ada keresahan


 

Berjalan saja…

Lurus saja, tak usah kau tengok kiri dan kanan

Terlebih ke belakang

Itu hanya akan menyesatkan


 

Monday, April 23, 2012

Masih Ada

Sedikit saja dari yang tersisa

Terhembus angin mengoyakkan wajah

Mengguratkan asa dalam hampa

Menghilangkan impian dalam dusta


 

Kini saya berdiri di antara sudut mimpi

Berjalan di atas khayalan-khayalan

Terbang bersama bunga-bunga

Lalu terhempas dalam sadarnya


 


 


 


 

Tuesday, April 17, 2012

Untitled 3

Sesaat saja, akan ku langkahkan kaki,
dalam penantian panjang meniti kehidupan,
Sesaat saja, akan ku hempaskan tubuh,
dalam harapan dari sebuah kenyataan.......

Menikmati buah dari doa-doa mu,
meninggalkan najis dari dosa-dosa mu,
bekal ku hanya sekeranjang niat,
dan tiada bagi ku untuk berpaling dari yang kuat...

Untitled

Seperti hari kemarin saat kita masih tertawa bersama,

menyanyikan lagu cinta kupetikan gitar dan ku lihat senyum manis mu...

dan tiada tergantikan indahnya Aku merindukan apa yang penah kita lalui dulu...


 

Maafkan aku yang tak pandai mengungkapkan isi hati ini,

tapi hari ini ku ingin engkau tahu...

Jika perahu besar dan kecil akan mencari tempatnya untuk berlabuh

maka aku hanya ingin berlabuh di hatimu...

Jika sang merpati lelah mengepakkan sayapnya

lalu ia akan mencari tempat untuknya bersandar

dan aku hanya ingin bersandar di bahu mu kekasih ku.....


 

Ketika sang mentari lelah memancarkan sinarnya

maka rembulanpun akan menggantikan tugasnya

dan aku tak ingin tugasku digantikan oleh siapapun

karena aku ingin selalu terang di dalam hati mu sayang ku..

Untitled 2

Ketika kasih sayang sudah tidak lagi bermakna...
Apakah toleransi akan tetap ada ataukah hanya simbol belaka ?
Mungkinkah pengorbanan ini hanya untuk sia-sia ?


Dan bila satu per satu dari kita nanti mati
... Lalu apakah semua itu akan tetap sama ?

Bagaimana angin dapat meninggalkan sesuatu
Dan berlalu tanpa beban...
Bagaimana jika air sudah tidak dapat lagi memadamkan api...
Dia pasti merajalela dan memusnahkan segalanya...

Biarkanlah mereka mengatakan apa yang seharusnya mereka katakan,
Biarkanlah mereka mengungkapkan apa yang selama ini mereka rasakan,
Biarkanlah mereka mendapatkan apa yang seharusnya menjadi miliknya...
Jangan biarkan keangkuhan dan keserakahan menjadi teman...